Arsenal Akan Hadapi Chelsea Di Laga Uji Coba Pramusim

Arsenal dipastikan akan menghadapi Chelsea di laga uji coba pramusim pada 1 Agustus mendatang. Arsenal dan Chelsea akan bertemu dalam sebuah pertandingan uji coba pramusim jelang kompetisi Liga Primer Inggris musim 2018/19. Dua tim asal London itu akan berduel di Aviva Stadium di Dublin pada 1 Agustus mendatang, hanya berjarak sepuluh hari sebelum permulaan musim yang baru. Ini akan menjadi pertandingan ketiga manajer baru Arsenal Unai Emery, setelah meladeni Atletico Madrid dan Paris Saint-Germain.

Kylian Mbappe: Antoine Griezmann Bos Prancis

Mbappe menilai Griezmann menunjukkan kepemimpinannya sejak keluar sebagai top skor dan pemain terbaik Euro dua tahun lalu. Kylian Mbappe menilai kompatriotnya Antoine Griezmann adalah bos Prancis sejak Euro 2016. Tim besutan Didier Deshamps ini finis sebagai runner-up di Euro dua tahun lalu, ketika mereka menjadi tuan rumah, dan kini menembus Piala Dunia Rusia sebagai salah satu favorit. Label tersebut tidak lepas dari sosok Griezmann, bomber Atletico Madrid yang menjadi top skor Piala Eropa 2016 dengan enam gol.

Bayern Munich Izinkan Jerome Boateng Pergi

Meski menjadi salah satu bek utama di Allianz Arena dalam beberapa tahun terakhir, Bayern tetap siap melepas Boateng musim panas ini. Karl-Heinz Rummenigge, petinggi Bayern Munich, siap mendengarkan tawaran yang datang untuk Jerome Boateng. Mei lalu, Boateng menyampaikan ambisi untuk mencari tantangan baru di luar Jerman. Walau Boateng merupakan pemain penting, Rummenigge tak sungkan untuk melepasnya. “Pikirannya tentang meninggalkan Bayern masih ada, seperti yang dikatakan agennya kepada saya,” kata Rummenigge kepada Sport Bild.

Barito Putera Tidak Akan Coret Pemain Asing

Manajer Barito Putera merasa puas dengan performa para pemain asingnya. Manajer Barito Putera merasa puas dengan penampilan yang diperlihatkan timnya sepanjang Liga 1 musim ini. Ia pun menyatakan tidak bakal mencoret pemain asing yang dimilikinya. Saat ini Barito Putera mempunyai empat pemain asing yakni Aaron Evans, Matias Cordoba, Douglas Packer, dan Juan Pablo Pino. Hanya nama terakhir saja yang belum tampil, karena sempat terkendala proses administrasi. Peran para pemain impor Barito Putera memang sangat terlihat. Buktinya, mereka selalu dipercaya pelatih Jacksen F Tiago untuk bermain sejak menit awal.

Prediksi Redaksi Goal Indonesia: The Most Energized Player

Redaksi Goal Indonesia memprediksi dan menganalisis peluang siapa saja yang pantas menjadi pemain terbaik, pemain muda terbaik, dan top skor turnamen! Tiga gelar individual, tiga nominator favorit. Piala Dunia 2018 mulai terasa semarak dengan pertandingan pembukaan Rusia versus Arab Saudi akan digelar Kamis (14/6). Setelah melakukan prediksi tim favorit juara dan kejutan serta analisis kekuatan setiap grup, kali ini redaksi Goal Indonesia membeberkan pilihan favorit peraih tiga gelar individual, yaitu topskor, pemain muda terbaik, dan pemain terbaik turnamen. Siapa saja? Simak paparan kami berikut ini!

window.ads.push({“placementName”:”bettingwidget”,”sizes”:{“default”:[],”320″:[“300×250″,”300×600″],”980″:[]},”uuid”:”ad-5b332da3a233a”,”slotName”:”/67970281/DISPLAY_OWNED_GBL/goalcom_responsive/news_articles/bettingwidget”,”name”:”ad-betting-widget”,”useLazyLoad”:false}) TOPSKOR NEYMAR. Cedera lutut pada akhir Februari lalu sempat ditakutkan bakal menamatkan kiprah Neymar di Piala Dunia 2018. Untungnya, semua ketakutan tersebut seketika sirna begitu ia menandai comeback-nya kontra Kroasia dan Austria dengan membikin gol. Performa apik di laga pemanasan itu tentu tidak serta merta menggaransi Neymar akan meledak di Rusia. Tapi setidaknya Neymar sudah membunyikan alarm peringatan kepada lawan-lawannya bahwa ia sudah siap tempur kendati kondisinya belum 100 persen. Menurut Tite, Neymar baru akan mencapai level terbaik jika sudah bermain di lima pertandingan. Menghadapi Kosta Rika, Swiss, dan Serbia di Grup E yang relatif empuk, penyerang Paris Saint-Germain itu seperti dibukakan pintu untuk mencetak gol sebanyak mungkin sembari terus menggenjot fisiknya. Kelar dari fase grup, Neymar diyakini sudah memiliki “bahan bakar” yang pas untuk meledak kapan pun. “Neymar sungguh luar biasa, saya bahkan tidak tahu sampai di mana batas kemampuannya. Ketika mendapati Neymar ada di sepertiga akhir lapangan musuh, tidak diragukan dia sangat mematikan!” kata Tite, mengevaluasi performa striker andalannya itu selepas duel melawan Austria. Narasi Neymar menjadi pencetak gol terbanyak Piala Dunia 2018 juga didukung dengan fakta bahwa ia memiliki tim yang lebih kompetitif ketimbang kandidat topskor lain macam Lionel Messi, Cristiano Ronaldo, atau Harry Kane. Harus diakui, lualitas skuat Brasil memang lebih merata ketimbang Argentina, Portugal, dan Inggris. Di tangan Tite, Selecao menjelma menjadi tim yang amat menakutkan. Tidak hanya mempersolid sektor defensif, Tite turut mempertahankan sepakbola seksi khas Brasil. Dari 21 laga yang dipimpinnya, mereka cuma kalah sekali, meraup 17 kemenangan sembari mengukir catatan gol impresif: 47-5. Tak heran apabila Brasil menjadi tim pertama yang lolos ke Rusia 2018 dan otomatis menjadi favorit juara. Brasil era Tite juga sudah menemukan formula jitu untuk tetap kompetitif di saat Neymar absen, sesuatu yang tidak dimiliki Brasil 2014. Seperti diketahui, saat menggelar Piala Dunia di rumah sendiri, Brasil tampak amat bergantung dengan Neymar. Kala Neymar dihantam cedera punggung, Brasil minus figur inspiratifnya itu pun langsung kolaps 7-1 di tangan Jerman. Kini, penyerang berlabel €222 juta ini termotivasi untuk menebus tragedi kelam tersebut dengan tampil habis-habisan di Rusia. Syukur-syukur, gol-gol Neymar bisa mengantar Tim Samba pada gelar keenam, seperti halnya Pele, Romario, dan Ronaldo yang sudah lebih dulu menerjemahkan gol-golnya dengan trofi Piala Dunia. (Sandy Mariatna) PEMAIN MUDA TERBAIK KYLIAN MBAPPE. Menempatkan Mbappe sebagai favorit pemain muda terbaik Piala Dunia 2018 tentu bukan hal yang sulit, mengingat dengan kualitasnya ia juga bisa disebut sebagai calon pemain terbaik secara keseluruhan pada ajang paling prestisius dalam dunia olahraga tersebut. “Dia bisa bermain di kanan atau kiri, tetapi dia adalah penyerang tengah. Dia Michel Platini kita, Zinedine Zidane kita,” ujar Christophe Dugarry tentang sosok Mbappe. Pernyataan bombastis mantan striker AC Milan dan Barcelona itu bisa saja dinilai berlebihan, tetapi itu adalah penggambaran yang paling tepat bagaimana potensi Mbappe di atas lapangan hijau. Jika kebanyakan pemain muda masih dalam fase pengembangan diri, maka Mbappe sudah jauh lebih dari itu. Performanya sudah sangat istimewa dan hanya butuh polesan pengalaman untuk membuat sosok berusia 19 tahun itu menjelma menjadi salah satu yang terbaik sepanjang masa. Kemampuannya sudah terbukti dalam dua musim terakhir, pada 2017 ia membantu Monaco menciptakan keajaiban dengan menyegel titel Ligue 1 Prancis yang sudah dikuasai Paris Saint-Germain selama empat tahun secara beruntun. Dengan total 26 gol sepanjang musim 2016/17 (top skor kedua klub setelah Radamel Falcao – 30 gol), ia juga membantu Les Monégasques menembus empat besar Liga Champions. Krusialnya peran Mbappe dalam kedigdayaan Monaco memaksa PSG mengeluarkan dana raksasa untuk membajak sang bintang muda ke Parc des Princes, meski karena aturan FFP mereka harus mengakali transfer dengan memboyong Mbappe melalui status pinjaman terlebih dahulu. Di ibukota, sinar Mbappe tidak meredup meski harus bersanding dengan bintang-bintang lain, terutama Neymar. Ia masih menjadi pemain yang penuh dengan kreativitas, berani, dan juga buas di depan gawang. Tak heran bila ia sukses menjaringkan total 21 gol pada musim debutnya – jumlah gol terbanyak ketiga klub setelah Edinson Cavani (38) dan Neymar (28) – untuk membantu tim meraih Treble Winners domestik. Modal positif dalam dua musim terakhir akan membuat Mbappe dalam kondisi puncak saat memperkuat Les Bleus di Rusia. Terlebih lagi, ia diperkirakan akan menjadi poros kreativitas skuat besutan Didier Deschamps, mengingat Paul Pogba yang diharapkan kejeniusan visinya masih mengalami inkonsistensi performa. Sementara rekannya di lini depan tidak ada lagi sumber kreativitas hebat lain seperti dalam diri Neymar ataupun Angel Di Maria di PSG. Meski ada sosok Ousmane Dembele dan Thomas Lemar, namun Olivier Giroud dan Antoine Griezmann diprediksi bakal menghuni skuat utama dan mereka lebih bertipe sebagai finisher. Oleh karena itu, panggung Piala Dunia 2018 seolah sudah dipersiapkan Les Bleus untuk mengeluarkan kemampuan terbaik dalam diri Mbappe. (Tegar Paramartha) PEMAIN TERBAIK LIONEL MESSI. “Sepakbola berhutang Piala Dunia kepada Messi,” begitu ungkapan Jorge Sampaoli setelah Messi mencetak hat-trick di laga versus Ekuador untuk meloloskan Argentina ke Rusia. Laga terakhir penyisihan Piala Dunia zona Conmebol kala itu menjadi pertandingan krusial buat Albiceleste. Mereka butuh kemenangan untuk bisa ikut meramaikan turnamen akbar di Rusia, dan La Pulga keluar sebagai pahlawan dengan lesakkan tiga golnya. Sejak kalah dari Jerman di final edisi 2014, tuntutan supaya Messi menyempurnakan statusnya sebagai pemain terbaik dunia dengan merebut Piala Dunia makin kencang. Dan, beban tersebut kian terasa setelah Messi kembali gagal membuktikan kelasnya bersama timnas setelah mereka dua kali kalah beruntun di final Copa America. Setelah tiga kali beruntun membawa Tim Tango mentas di final turnamen besar — yang ujung-ujungnya berakhir dengan kegagalan — Rusia 2018 menjadi momen terbaik – dan bisa jadi terakhir – buat Messi akhirnya merengkuh gelar mayor di level internasional. Ada dua faktor utama yang bisa menjadi penentu, kenapa ini akan menjadi tahunnya Messi. Dari segi statistik dan non-statistik. Bicara soal statistik, Argentina tak bisa berbuat banyak tanpa Messi di lapangan, setidaknya itulah yang terjadi sepanjang babak kualifikasi. Di delapan pertandingan kualifikasi tanpa La Pulga, Argentina cuma mengoleksi tujuh poin, sementara dalam sepuluh kali tampil, mereka mengakumulasi 21 poin, termasuk hat-trick bersejarah di laga terakhir. Tak heran jika Argentina harus kembali berharap megabintang Barcelona ini kembali menyuguhkan performa ciamiknya selama turnamen di Rusia. Namun statistik di lapangan saja tidak cukup. Ada hal non-teknis yang ikut memengaruhi perjalanan seorang pemain di pentas internasional. Dalam hal ini, soal bagaimana musim berakhir sebelum Piala Dunia diyakini turut andil menggiring mood sang pemain, Messi. Masih ingat bagaimana Barcelona menutup kampanye 2013/14? Saat itu mereka gigit jari di La Liga setelah hanya bermain imbang 1-1 melawan Atletico Madrid di laga terakhir, dan gelar pun jatuh ke tangan Los Rojiblancos. Kegagalan juga dialami Blaugrana di ajang Copa del Rey dan Liga Champions musim tersebut. Messi disebut dalam kondisi kurang bergairah di Jerman lantaran musimnya bersama Barcelona tak berjalan mulus. Lain halnya dengan musim 2017/18. Barcelona begitu dominan di La Liga dan sukses mememastikan titel juara saat kompetisi menyisakan empat pertandingan dengan kemenangan 4-2 atas Deportivo La Coruna pada 29 April, ketika Messi menampilkan performa eksepsional via tiga golnya. Sepekan sebelumnya, Messi dkk sudah lebih dulu mengamankan gelar Copa del Rey ke-30 dengan membekuk Sevilla lewat skor telak 5-0. Satu-satunya noda yang mencoreng kedigdayan Blaugrana adalah mereka kalah 5-4 dari Levante, yang menggagalkan misi invisibles tim Ernesto Valverde. Messi akan genap berusia 31 pada 24 Juni saat turnamen, yang mungkin menjadi pentas internasional terakhirnya, masih berlangsung. Dan jika Messi berencana pensiun, ia tentu ingin melakukannya dengan cara terbaik, menjadi juara dunia yang sekaligus sebagai kado ulang tahun terindah sepanjang kariernya. (Dewi Agreniawati) PEMAIN PILIHAN REDAKSI

Stefano Lilipaly Bertekad Bawa Timnas Indonesia U-23 Lebih Baik

Fano pun tak bisa menutupi rasa bangganya dipanggil memperkuat timnas Indonesia U-23. Gelandang Bali United, Stefano Lilipaly, tak bisa menutupi rasa bangganya setelah namanya masuk daftar panggil timnas Indonesia U-23 untuk uji coba melawan Korea Selatan. Indonesia U-23 memang diagendakan beruji coba melawan Korea Selatan, 23 Juni nanti. Ini adalah bagian dari persiapan kedua tim untuk Asian Games 2018. Pemain yang akrab disapa Fano itu pun bertekad untuk memberikan kemampuan terbaiknya pada kesempatan ini. “Yang pertama saya ingin mengatakan bila saya selalu bangga bermain untuk timnas Indonesia baik itu kelompok umur U-23 ataupun senior. Saya bersama pemain-pemain terbaik Indonesia akan membela bendera yang sama yaitu Indonesia,” ucap Fano, seperti dikutip laman resmi Bali United.

Dipecat Spanyol, Julen Lopetegui Merasa Terpukul

Posisi Lopetegui sebagai pelatih La Furia Roja digantikan oleh Hierro. Julen Lopetegui merasa terpukul setelah dipecat dari jabatannya sebagai pelatih tim nasional Spanyol. Pemecatan datang hanya berselang sehari sebelum Piala Dunia 2018 dimulai atau beberapa hari setelah Lopetegui resmi ditunjuk sebagai bos baru Real Madrid. Menanggapi kabar tersebut, sang juru taktik berusia 51 tahun tak mengeluarkan banyak kata dan hanya mengharapkan yang terbaik bagi La Furia Roja dalam partisipasi di Rusia.

POLLING: Siapa Pemain Terbaik Indonesia Pekan Ini?

Dua sayap lincah lokal dan satu penyerang asing haus gol, jadi tiga nama yang layak masuk nominasi pekan ini. Liga 1 Indonesia 2018 resmi memasuki jeda musim, tatkala menghelat pekan ke-13 pada pekan lalu. Jumlah pekan itu memang belum menutup paruh pertama kampanye, tapi kebijakan diambil PSSI menilik adanya hari raya Idulfitri dan perhelatan Piala Dunia 2018 sampai medio Juli esok. Karenanya tak heran bila ada begitu banyak pemain yang tampil supermaksimal di laga pamungkas, sebelum jalani liburan panjang. Sesuatu yang membuat Goal Indonesia jadi kesulitan menentukan tiga nama terbaik yang layak jadi nominasi pemain terbaik Indonesia pekan ini.

Ismed Sofyan Yakin Jerman Pertahankan Gelar Piala Dunia

Kapten Persija itu menyatakan Jerman merupakan tim yang mempunyai kolektivitas bermain yang luar biasa. Kapten Persija Jakarta Ismed Sofyan, merasa yakin Jerman dapat mempertahankan gelar Piala Dunia. Ini karena ia menilai Der Panzer memiliki kualitas pemain yang merata di setiap lininya. Skuat asuhan Joachim Low, tersebut menjadi salah satu favorit untuk meraih gelar juara Piala Dunia. Jerman menempati Grup FC bersama Swedia, Meksiko, dan Korea Selatan. Melihat situasi tersebut makanya Ismed percaya Jerman bisa lolos dengan mudah dari babak penyisihan grup. Itu lantaran ia menuturkan Manuel Neur dan rekan-rekan lebih memiliki pengalaman dari ketiga kontestan lainnya.